Jumat, Mei 14, 2021
More
    BerandaDaily Hack5 Jenis Gangguan Tidur, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

    5 Jenis Gangguan Tidur, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

    -

    Berbagai jenis gangguan tidur adalah kondisi yang memengaruhi kemampuan dan kualitas tidur nyenyak secara teratur.

    Entah disebabkan oleh masalah kesehatan atau karena terlalu stress, gangguan tidur menjadi salah satu yang umum terjadi di masyarakat.

    Kebanyakan orang terkadang mengalami masalah tidur karena sedang mengalami stress, jadwal yang padat, maupun pengaruh lainnya.

    Namun, ketika masalah ini terjadi secara teratur dan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, ini mungkin mengindikasikan gangguan tidur.

    Tergantung pada jenis gangguan tidurnya, orang mungkin mengalami kesulitan tidur dan mengakibatkan rasa sangat lelah sepanjang hari. 

    Kurang tidur dapat berdampak negatif pada energi, suasana hati, konsentrasi, dan kesehatan secara keseluruhan.

    Sangat penting untuk segera menerima diagnosis dan perawatan jika sobat merasa mengalami gangguan tidur.

    Jika tidak ditangani, efek negatif dari gangguan tidur dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan lebih lanjut.

    Apa Saja Jenis Gangguan Tidur?

    jenis gangguan tidur

    Ada banyak sekali jenis gangguan tidur, beberapa juga mungkin dipicu oleh masalah kesehatan lain.

    1. Insomnia

    Insomnia adalah salah satu jenis gangguan tidur yang paling sering terjadi, yaitu sebuah ketidakmampuan untuk tertidur atau tetap tertidur.

    Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya insomnia seperti, jet lag, stress, cemas, hormon, atau masalah pencernaan.

    Insomnia dapat menjadi masalah bagi kualitas hidup dan kesehatan sobat. Inilah beberapa hal lain yang dapat dipicu oleh insomnia:

    • depresi,
    • kesulitan konsentrasi,
    • lebih mudah marah,
    • berat badan bertambah,
    • gangguan saat bekerja dan prestasi di sekolah.

    Jenis gangguan tidur insomnia adalah yang paling sering terjadi pada orang dewasa dan wanita yang lebih tua.

    Insomnia juga dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

    • kronis, bila insomnia terjadi secara rutin minimal 1 bulan,
    • intermiten, bila insomnia terjadi secara berkala,
    • sementara, saat insomnia berlangsung hanya beberapa malam pada suatu waktu.

    2. Sleep apnea (apnea tidur)

    Apnea tidur atau sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang terhenti sementara selama beberapa kali saat sedang tidur.

    Kondisi ini biasanya ditandai dengan mengorok saat tidur dan tetap merasa mengantuk setelah tidur lama.

    Ini adalah kondisi medis serius yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan juga bisa membuat sobat terbangun di tengah malam.

    Sleep apnea dibedakan menjadi:

    • obstructive sleep apnea, di mana aliran udara berhenti karena ruang jalan napas terhalang atau terlalu sempit, dan
    • central sleep apnea, di mana ada masalah dalam hubungan antara otak dan otot yang mengontrol napas.
    BACA JUGA:  Kenapa Kita Bermimpi? Peran dari Mimpi

    3. Parasomnia

    Sama sama jenis gangguan tidur, namun parasomnia jauh berbeda dengan insomnia yang dijelaskan diatas sebelumnya.

    Parasomnia adalah jenis gangguan tidur yang menyebabkan beberapa aktivitas atau gerakan lain saat sobat sedang tertidur.

    Aktivitas lain tersebut seperti:

    • berjalan saat tidur,
    • mimpi buruk,
    • paralisis (lebih dikenal ketindihan),
    • mengigau,
    • mengompol,
    • menggertakkan gigi atau mengatupkan rahang.
    BACA JUGA:  Apa itu Tidur Nyenyak dan Kenapa itu Penting?

    4. Sindrom kaki gelisah

    Restless leg syndrom (RLS) atau sindrom kaki gelisah adalah jenis gangguan tidur yang menyebabkan sobat merasa perlu untuk menggerakkan kaki.

    RLS sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk gangguan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan penyakit Parkinson, tetapi penyebab pastinya belum diketahui.

    5. Narkolepsi

    Narkolepsi ditandai dengan “serangan tidur” yang terjadi saat terjaga. Ini berarti sobat akan tiba-tiba merasa sangat lelah dan tertidur tanpa peringatan.

    Gangguan tersebut juga dapat menyebabkan kelumpuhan tidur, yang mungkin membuat sobat secara fisik sulit bergerak segera setelah bangun tidur. 

    Meskipun narkolepsi dapat terjadi dengan sendirinya, namun juga terkait dengan gangguan neurologis tertentu, seperti multiple sclerosis.

    Gejala Gangguan Tidur

    Gejala gangguan tidur berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan dan jenis gangguan tidur. Mereka juga dapat bervariasi jika gangguan tidur disebabkan oleh kondisi lain.

    Namun, gejala umum gangguan tidur meliputi:

    • kesulitan tidur atau tetap tertidur,
    • kelelahan di siang hari,
    • dorongan kuat untuk tidur di siang hari,
    • pola pernapasan yang tidak biasa,
    • dorongan yang tidak biasa atau tidak menyenangkan untuk bergerak saat tertidur,
    • gerakan yang tidak biasa atau pengalaman lain saat tidur,
    • perubahan yang tidak disengaja pada jadwal tidur/bangun,
    • mudah tersinggung dan cemas,
    • gangguan kinerja di tempat kerja atau sekolah,
    • kurangnya konsentrasi,
    • depresi atau stress,
    • penambahan berat badan.

    Penyebab Gangguan Tidur

    Ada banyak kondisi, penyakit, dan gangguan yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai jenis gangguan tidur.

    Dalam banyak kasus, gangguan tidur berkembang sebagai akibat dari masalah kesehatan yang mendasarinya.

    Alergi dan masalah pernapasan

    Alergi, pilek, dan infeksi saluran pernapasan bagian atas dapat membuat sobat kesulitan bernapas di malam hari. 

    Ketidakmampuan bernapas dengan normal melalui hidung juga dapat menyebabkan kesulitan tidur.

    Sering buang air kecil

    Nokturia, atau sering buang air kecil, dapat mengganggu tidur sobat dengan menyebabkan sobat menjadi terbangun di malam hari. 

    Ketidakseimbangan hormon dan penyakit pada saluran kemih dapat berkontribusi pada perkembangan kondisi ini.

    Pastikan untuk segera menghubungi dokter jika sering buang air kecil disertai dengan pendarahan atau nyeri.

    Penyakit kronis

    Nyeri yang terus-menerus dapat membuat sobat menjadi sulit tidur. Bahkan mungkin membangunkan sobat setelah tertidur. 

    Beberapa penyebab nyeri kronis yang paling umum meliputi:

    • radang sendi,
    • sindrom kelelahan kronis,
    • fibromyalgia,
    • penyakit radang usus,
    • sakit kepala persisten,
    • nyeri punggung bawah terus menerus.
    BACA JUGA:  5 Cara untuk Berhenti Merasa Pesimis

    Dalam beberapa kasus, nyeri kronis bahkan dapat diperburuk oleh gangguan tidur. Misalnya, dokter percaya perkembangan fibromyalgia mungkin terkait dengan masalah tidur.

    Stres dan kecemasan

    Stres dan rasa cemas juga seringkali berdampak negatif pada kualitas tidur, ini bahkan menjadi masalah umum.

    Itu dapat mengakibatkan sobat menjadi sulit untuk pergi tidur atau menjadi sering terbangun.

    Mimpi buruk, berbicara saat tidur, atau berjalan dalam tidur juga dapat mengganggu tidur sobat.

    Bagaimana Gangguan Tidur Didiagnosis?

    Dokter sobat akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu dan mengumpulkan informasi tentang gejala dan riwayat kesehatan sobat. 

    Mereka juga mungkin melakukan berbagai tes, termasuk:

    • Polisomnografi (PSG): Ini adalah studi tidur laboratorium yang mengevaluasi kadar oksigen, gerakan tubuh, dan gelombang otak untuk menentukan bagaimana mereka mengganggu tidur vs studi tidur di rumah (HST) yang dilakukan sendiri dan digunakan untuk mendiagnosis apnea tidur.
    • Electroencephalogram (EEG): Ini adalah tes yang menilai aktivitas listrik di otak dan mendeteksi potensi masalah yang terkait dengan aktivitas ini. Itu bagian dari polisomnografi.
    • Multiple sleep latency test (MSLT): Studi tidur siang ini digunakan bersama dengan PSG di malam hari untuk membantu mendiagnosis narkolepsi.
    BACA JUGA:  Cara Alami Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh di Tengah Pandemi Covid-19

    Tes ini sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk gangguan tidur.

    Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Tidur?

    Perawatan untuk gangguan tidur dapat bervariasi tergantung pada jenis dan penyebab yang mendasari. Namun, ini umumnya mencakup kombinasi perawatan medis dan perubahan gaya hidup.

    Perawatan medis

    Perawatan medis untuk gangguan tidur mungkin termasuk yang berikut ini:

    • obat tidur,
    • suplemen melatonin,
    • alergi atau obat flu,
    • obat untuk masalah kesehatan yang mendasari,
    • alat pernapasan atau operasi (biasanya untuk apnea tidur),
    • pelindung gigi (biasanya untuk menggeretakkan gigi),

    Perubahan gaya hidup

    Penyesuaian gaya hidup dapat sangat meningkatkan kualitas tidur sobat, terutama jika dilakukan bersamaan dengan perawatan medis.

    Sobat mungkin ingin mempertimbangkan:

    • memasukkan lebih banyak sayuran dan ikan ke dalam makanan sobat, dan mengurangi asupan gula,
    • mengurangi stres dan kecemasan dengan berolahraga dan peregangan,
    • membuat dan berpegang pada jadwal tidur yang teratur,
    • minum lebih sedikit air sebelum tidur,
    • membatasi asupan kafein, terutama di sore atau malam hari,
    • mengurangi penggunaan tembakau dan alkohol,
    • makan makanan rendah karbohidrat yang lebih kecil sebelum tidur,
    • menjaga berat badan yang sehat berdasarkan rekomendasi dokter.

    Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari juga dapat meningkatkan kualitas tidur sobat secara signifikan.

    Kesimpulan

    Efek gangguan tidur bisa sangat mengganggu sehingga sobat mungkin ingin segera sembuh. Tetapi, kasus jangka panjang membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan.

    Jadi lebih baik jika jenis gangguan tidur yang sobat alami mulai terasa mengganggu cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan perawatan medis.

    5 Jenis Gangguan Tidur, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
    Arihttp://virusehat.com
    Seorang pengangguran yang mencoba berguna dengan menularkan cara bagaimana melakukan gaya hidup sehat. Serta menyadarkan pembaca bahwa sehat itu mudah.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Must Read

    5 Jenis Gangguan Tidur, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya