Jumat, Februari 26, 2021
More
    Beranda Daily Hack Kenapa Kita Bermimpi? Peran dari Mimpi

    Kenapa Kita Bermimpi? Peran dari Mimpi

    Ternyata mimpi juga ada manfaatnya

    -

    Banyak yang bertanya tanya kenapa kita bermimpi? apa sih mimpi itu? Mimpi adalah halusinasi yang terjadi selama tahap tertentu dalam tidur. Ada beberapa peran dari mimpi yang bermanfaat bagi kehidupan. Mimpi sendiri paling sering terjadi pada tahap tidur REM (REM Sleep).

    Banyak yang diketahui tentang peran tidur dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, fungsi otak, dan aspek kesehatan lainnya. Tetapi cukup sulit bagi para peneliti untuk menjelaskan peran dari mimpi itu sendiri.

    Saat sobat bangun, pikiran sobat memiliki logika tertentu. Saat tidur, otak sobat masih tetap aktif, tetapi pikiran atau mimpi sobat sering kali tidak masuk akal atau tidak sesuai kenyataan. Ini mungkin karena pusat emosional otak yang memicu terjadinya mimpi, bukan wilayah pusat logis.

    Meski tidak ada bukti yang pasti, mimpi biasanya merupakan pemikiran otobiografi berdasarkan aktivitas, percakapan, atau masalah terbaru yang sobat alami baru-baru ini. Namun, ada beberapa teori populer tentang peran dari mimpi.

    Peran dari Mimpi

    Kenapa Kita Bermimpi? Peran dari Mimpi
    Photo by Karyme França from Pexels

    Pasti pernah terlintas pertanyaan, Kenapa kita bermimpi? Para ahli masih belum sepenuhnya setuju tentang tujuan mimpi. Namun ada beberapa kepercayaan dan teori yang berpendapat bahwa mimpi memiliki suatu peran untuk kehidupan manusia, seperti berikut ini:

    1. Bermimpi sebagai terapis

    Impian sobat mungkin merupakan cara untuk menghadapi drama emosional dalam hidup sobat. Dan juga karena otak beroperasi pada tingkat yang jauh lebih emosional daripada saat bangun, otak sobat mungkin membuat hubungan mengenai perasaan sobat yang tidak akan dibuat oleh kesadaran sobat sendiri.

    2. Bermimpi sebagai pelatihan bertarung atau pelarian

    Salah satu area otak yang paling aktif selama bermimpi adalah amigdala. Amigdala adalah bagian otak yang terkait dengan naluri bertahan hidup dan respons melawan atau lari.

    Satu teori menyatakan bahwa karena amigdala lebih aktif selama tidur daripada saat sobat terjaga, itu mungkin cara otak untuk mempersiapkan menghadapi ancaman.

    Untungnya, batang otak mengirimkan sinyal saraf selama tidur REM yang dapat mengendurkan otot. Dengan cara itu sobat tidak mencoba berlari atau memukul dalam tidur.

    3. Mimpi sebagai inspirasi

    Seniman dari berbagai jenis kalangan menghargai mimpi yang menjadi sumber beberapa inspirasi karya paling kreatif mereka. Mungkin sobat juga pernah terbangun dengan ide menarik untuk membuat atau melakukan sesuatu, seperti membuat film atau lagu.

    Pikiran dan ide yang sobat dapat selama tidur tidak memiliki batasan karena tidak tersaring dengan logika yang biasa digunakan ketika sobat bangun.

    BACA JUGA:  Jangan Terlalu Sering, 8 Bahaya Menggunakan Pakaian Ketat

    4. Mimpi sebagai pembantu ingatan

    Salah satu teori yang dipercaya tentang tujuan mimpi adalah bahwa mimpi membantu sobat menyimpan ingatan penting dan hal-hal yang telah dipelajari, menyingkirkan ingatan yang tidak penting, dan memilah-milah pikiran dan perasaan yang rumit.

    Penelitian menunjukkan bahwa mimpi membantu menyimpan ingatan. Jika sobat belajar sesuatu yang baru hari ini kemudian pergi tidur, sobat dapat mengingatnya lebih baik daripada jika diminta untuk mengingat informasi tersebut tanpa memanfaatkan tidur.

    BACA JUGA:  5 Jenis Gangguan Tidur, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

    Bagaimana mimpi mempengaruhi penyimpanan dan ingatan masih belum dipahami dengan jelas. Tetapi mimpi dapat membantu otak lebih efisien menyimpan informasi penting sambil memblokir rangsangan yang dapat mengganggu memori dan pembelajaran.

    Kenapa Kita Bermimpi? Apa yang Memengaruhi Mimpi?

    Beberapa hal yang terjadi ketika kita bangun seharian bisa juga memengaruhi Kenapa kita bermimpi. Berikut ini beberapa faktor yang mungkin membuat kita bermimpi dan memengaruhi mimpi:

    1. Kondisi kesehatan

    Salah satu pengaruh terbesar dalam mimpi adalah seberapa banyak atau sedikit sobat tidur. Kurang tidur selama satu atau dua malam (atau bahkan lebih) dapat membuat bagian otak sobat jauh lebih aktif ketika akhirnya sobat tidak sengaja masuk ke dalam tidur REM.

    Sobat akan cenderung memiliki mimpi yang lebih jelas jika mengalami malam yang gelisah dan banyak masalah. Sobat juga lebih mungkin mengingat mimpi-mimpi itu.

    Hamil juga merupakan salah satu penyebab untuk mimpi hidup yang lebih nyata. Peningkatan produksi hormon memengaruhi cara otak memproses pikiran dan emosi. Ini sering kali mengarah pada beberapa mimpi yang intens.

    Gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, serta gangguan bipolar dan kondisi terkait suasana hati lainnya, dapat memicu mimpi dan bahkan mimpi buruk yang intens dan terkadang mengganggu. Obat untuk kondisi ini, termasuk antidepresan dan antipsikotik, juga dikaitkan dapat membuat mimpi buruk yang lebih tinggi.

    2. Makanan

    Tidak ada bukti yang tak terbantahkan bahwa makanan tertentu mengarah pada mimpi yang lebih liar atau lebih baik. Tetapi jelas bahwa beberapa makanan bisa membuat sobat untuk mengingat mimpi dengan lebih baik.

    Makanan tinggi karbohidrat, misalnya, dapat memberi sobat energi dengan cepat. Tetapi setelah beberapa saat, mereka bisa membuat sobat merasa sedih. 

    Apa pun yang memengaruhi suasana hati berkemungkinan besar akan memengaruhi suasana bawah sadar juga. Jadi, jika terlalu banya mengonsumsi gula membuat murung sepanjang hari, perasaan itu bisa terbawa ke dalam tidur sobat.

    Selain itu, makanan yang membuat sobat terbangun sepanjang malam dapat membuat lebih sering terbangun pada tahap tidur REM. Ketika itu terjadi, sobat mungkin akan mengingat lebih banyak mimpi Anda.

    3. Kegiatan sehari-hari

    Sama seperti tidur yang sedikit atau terganggu sering kali menghasilkan mimpi yang lebih hidup, tidur malam yang nyenyak akan mengurangi mimpi intens yang akan mungkin akan sobat ingat.

    BACA JUGA:  10 Alasan Pentingnya Tidur Nyenyak, Dapat Mengurangi Risiko Stroke

    Sebuah studi kecil menemukan bahwa salah satu cara yang baik untuk tidur lebih nyenyak adalah dengan berolahraga di pagi hari. Lari yang baik atau latihan kardio lainnya sebelum tengah hari membantu mengatur jam tubuh sobat sehingga sobat lebih cenderung tertidur lebih cepat dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur nyenyak daripada jika sobat tidak berolahraga atau jika berolahraga di larut malam.

    Pelari dan penggemar kebugaran serius lainnya cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu dalam mimpi pada tahap tidur REM, yang merupakan salah satu tahap tidur paling ringan. 

    Selain itu, semakin efektif sobat menghilangkan stres di siang hari, semakin kecil juga kemungkinan sobat membawa stres dan kecemasan ke tempat tidur. Itu akan membantu mengurangi mimpi buruk dan mengganggu tidur pada setiap malam.

    Lalu, Mengapa Kita Mengalami Mimpi Buruk?

    Mimpi yang membantu sobat menangani emosi, ingatan, dan informasi lain secara produktif mungkin tampak sangat membantu. Namun, bagaimana mimpi yang buruk?

    Mimpi buruk yang terjadi sesekali dianggap sebagai mimpi yang lebih menakutkan atau menjengkelkan. Mimpi buruk cenderung disebabkan oleh stres, kecemasan, atau terkadang sebagai reaksi terhadap pengobatan tertentu.

    Namun, jika sobat sering mengalami mimpi buruk, sobat bisa saja mengalami gangguan tidur. Mimpi menakutkan yang terjadi secara sering dapat dikategorigan sebagai gangguan tidur, jika mimpi tersebut:

    • menyebabkan cemas untuk pergi tidur,
    • sering menyebabkan gangguan tidur,
    • membawa masalah tidur atau psikologis lainnya.
    BACA JUGA:  8 Cara Terbaik untuk Bersantai dan Mengurangi Stres

    Banyak orang mengalami mimpi buruk sesekali sepanjang hidup mereka. Namun, American Sleep Association memperkirakan hanya sekitar 5 persen dari populasi yang mengalami mimpi buruk terus-menerus sebagai gangguan tidur.

    Cara Mengingat Mimpi

    Salah satu alasan mengapa mimpi sulit diingat adalah karena zat kimia otak yang terkait dengan memori, norepinefrin, dan aktivitas listrik otak yang membantu daya ingat berada pada level terendah saat sobat sedang bermimpi. 

    Faktanya, jika sobat memiliki mimpi tetapi tidak merasa sadar dalam mimpi, sobat tidak akan dapat mengingatnya. Mimpi yang akan diingat adalah mimpi yang sedang berlangsung saat sobat tersadar.

    Dua cara untuk membantu mengingat mimpi adalah dengan mengatakan kepada diri sendiri saat tertidur bahwa sobat ingin mengingat mimpi. 

    Jika itu adalah hal terakhir yang sobat pikitkan, kemungkinan besar sobat akan terbangun dengan mimpi yang masih segar dalam ingatan Anda.

    Karena ingatan mimpi dapat dengan mudah terganggu bahkan oleh gangguan sekecil apa pun, sobat harus mencoba mengingat sebanyak mungkin mimpi yang sobat alami segera setelah bangun. 

    Jangan bangun dari tempat tidur atau memikirkan hal lain. Cobalah untuk memahami gambar atau ingatan apa pun yang sobat miliki tentang mimpi sobat dan tuliskan di kertas di samping tempat tidur atau di smartphone sobat.

    Kenapa Kita Bermimpi? Peran dari Mimpi
    Arihttp://virusehat.com
    Seorang pengangguran yang mencoba berguna dengan menularkan cara bagaimana melakukan gaya hidup sehat. Serta menyadarkan pembaca bahwa sehat itu mudah.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Must Read

    Kenapa Kita Bermimpi? Peran dari Mimpi